SISTEM DAN JARINGAN PIPA

Pendahuluan

Sistem perpipaan berfungsi untuk mengalirkan zat cair dari satu tempat ke

tempat yang lain. Aliran terjadi karena adanya perbedaan tinggi tekanan di kedua

tempat, yang bisa terjadi karena adanya perbedaan elevasi muka air atau karena

adanya pompa. Beberapa contoh sistem perpipaan adalah pengaliran minyak antar

kota/daerah (misalnya angkutan minyak pertamina dari Cilacap ke Yogyakarta),

pipa pembawa dan pipa pesat dari waduk ke turbin pembangkit listrik tenaga air,

jaringan air minum diperkotaan, dan sebagainya.

Pipa Dengan Turbin

Di dalam pembangkit tenaga listrik, tenaga air digunakan untuk memutar

turbin. Untuk mendapatkan kecepatan yang besar guna memutar turbin, pada

ujung pipa diberi curat. Seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 7.1 dengan

menganggap kehilangan tenaga sekunder kecil maka disepanjang pipa garis

tenaga berimpit dengan garis tekanan. Garis tenaga turun secara teratur (perlahanlahan),

karena adanya kehilangan tenaga akibat gesekan. Di bagian curat, garis

tenaga turun dengan tajam menuju ujung hilir curat dimana tekanan adalah

atmosfer.

clip_image002

Dengan menganggap kehilangan tenaga sekunder diabaikan, tinggi tekanan

efektif H adalah sama dengan tinggi statis Hs dikurangi kehilangan tenaga akibat

gesekan hf.

clip_image004

clip_image006

Apabila efisiensi turbin adalah h maka daya yang diberikan oleh turbin adalah:

clip_image008

Pipa Dengan Pompa

clip_image010

clip_image012

Kehilangan tenaga terjadi pada pengaliran pipa 1 dan 2 yaitu sebesar hf1 dan

hf2. Pada pipa 1 yang merupakan pipa isap, garis tenaga (dan tekanan) menurun

sampai dibawah pipa. Bagian pipa dimana garis tekanan di bawah sumbu pipa

mempunyai tekanan negatif. Sedang pipa 2 merupakan pipa tekan.

Daya yang diperlukan pompa untuk menaikkan zat cair :

clip_image014

clip_image016

Pipa Hubungan Seri

clip_image018

clip_image020

clip_image022

clip_image024

clip_image026

clip_image028

clip_image030

Pipa Hubungan Pararel

clip_image032

clip_image034

Pipa Bercabang

clip_image036

clip_image038

Persamaan energi :

clip_image040

Jaringan Pipa

Pemakaian jaringan pipa dalam bidang teknik sipil terdapat pada sistem

jaringan distribusi air minum. Sistem jaringan ini merupakan bagian yang paling

mahal dari suatu perusahaan air minum. Oleh karena itu harus dibuat perencanaan

yang teliti untuk mendapatkan sistem distribusi yang efisien. Jumlah atau debit air

yang disediakan tergantung pada jumlah penduduk dan macam industri yang

dilayani.

Analisis jaringan pipa ini cukup rumit dan memerlukan perhitungan yang

besar, oleh karena itu pemakaian komputer untuk analisis ini akan mengurangi

kesulitan. Untuk jaringan kecil, pemakaian kalkulator untuk hitungan masih

dilakukan. Ada beberapa metode untuk menyelesaikan perhitungan sistem

jaringan pipa, diantaranya adalah metode Hardy Cross dan metode matriks.

clip_image042

clip_image044

Rumus Kehilangan Tenaga Akibat Gesekan

clip_image046

Metode Hardy Cross

clip_image048

clip_image050

clip_image052

3 thoughts on “SISTEM DAN JARINGAN PIPA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s